Jenewa (KABARIN) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi adanya dua kasus infeksi virus Nipah (NiV) di India. Kasus tersebut diumumkan pada Jumat (30/1) dan langsung menjadi perhatian karena virus ini dikenal sebagai penyakit zoonosis yang serius meski tergolong langka.
Dalam laporan Disease Outbreak News terbaru, WHO menyebutkan bahwa National IHR Focal Point India melaporkan dua kasus tersebut pada Senin (26/1). Keduanya terdeteksi di Negara Bagian Benggala Barat dan telah dikonfirmasi secara laboratorium oleh Institut Virologi Nasional India di Pune sejak 13 Januari.
Menariknya, kedua kasus tersebut melibatkan tenaga kesehatan yang bekerja di sebuah rumah sakit swasta. Meski demikian, WHO memastikan situasi masih berada dalam kendali. Otoritas kesehatan India telah melakukan pelacakan terhadap lebih dari 190 orang yang sempat melakukan kontak, dan seluruhnya dinyatakan negatif virus Nipah.
“Hingga saat ini tidak ada kasus tambahan yang terdeteksi,” tulis WHO dalam laporannya.
Kasus terbaru ini menandai wabah virus Nipah ketiga yang pernah terjadi di Benggala Barat, setelah sebelumnya dilaporkan pada tahun 2001 dan 2007. Sebagai langkah antisipasi, pengawasan kesehatan diperketat dan prosedur pencegahan serta pengendalian infeksi langsung diterapkan, sembari penyelidikan terhadap sumber paparan virus terus dilakukan.
Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, dan dalam kondisi tertentu juga dapat menyebar melalui kontak antarmanusia. Meski memiliki tingkat kematian yang tinggi, penyebarannya relatif jarang.
WHO menilai risiko virus Nipah saat ini berada pada tingkat sedang di level subnasional, namun rendah di tingkat nasional, regional, hingga global.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026